Random Posts

Recent
recent

Perigi Air Raja, Wisata Sejarah Pulau Air Raja Yang Belum Banyak Orang Tahu

Perigi Air Raja, Wisata Sejarah Pulau Air Raja Yang Belum Banyak Orang Tahu

Papan Selamat Datang Pulau Air Raja sumber imbalo.wordpress.com

Sumber : imbalo.wordpress.com

Kepulauan Riau memiliki begitu banyak tempat wisata, baik itu berupa pantai, hutan atau situs bersejarah. Yang paling unik adalah tempat wisata yang memilki situs sejarah, yang bisa membuat kita memiliki pengalaman dan pengetahuan baru dari suatu daerah. Salah satu tempat yang memiliki situs sejarah yang unik ialah Pulau Air Raja dengan wisata sejarahnya yakni Perigi Air Raja.

Saat baru datang di Pulau Air Raja, maka kalian akan disambut oleh sebuah plang selamat datang bercat kuning. Beberapa warga di sana juga akan menyambut kalian dengan senyuman ramah. Diantara warga di sana juga terdapat seorang juru kunci situs sejarah Perigi Air Raja. Sebelum ke Perigi Air Raja biasanya akan bersantap atau istirahat sebentar di salah satu rumah warga. Setelah semuanya selesai maka kita akan berlanjut untuk mengunjungi situs Perigi Air Raja.

Masyarakat Pulau Air Raja, sumber adventurose.com

Sumber : adventurose.com

Jarak menuju situs ini tidaklah jauh, hanya berjalan kaki sekitar 30 meter saja dengan melewati jalan setapak yang sedikit menanjak. Saat perjalanan maka kita akan disuguhkan banyaknya pepohonan yang rimbun. Tak butuh waktu lama kita pun telah sampai pada sebuah gapura berwarna kuning. Diketahui gapura tersebut merupakan pintu masuk menuju Perigi air raja. Meskipun tidak ada penjelasan atau tulisan bahwa di sana terdapat situs wisata sejarah, namun pada tembok gapura tertulis sejarah adanya Perigi Air raja tersebut.

Kisah Perigi Air Raja, sumber pksnongsa.org

Sumber : pksnongsa.org

Foto Blogger Dian Radiata di Pulau Air Raja, sumber adventurose.com

Sumber : adventurose.com

Saat baru memasuki wilayah Perigi Air Raja, terlihat banyak pepohonan lebat yang berada di sekeliling situs, dan juga terdapat semak belukar yang mengelilingi situs tersebut. Tak jauh dari gapura tempat pintu masuk tadi, terdapat sebuah bangunan bercat kuning dengan atapnya yang berwarna biru. Terdapat pula tirai dari kain berwarna kuning keemasan di bagian belakang. dan letak perigi tersebut berada di sebelah kanan dan kiri bangunan tersebut.

Foto Perigi Air Raja oleh Blogger Dian Radiata, sumber adventurose.com

Sumber : Adventurose.com

Di sana terdapat dua perigi yang dipagari dan diberi atap dari kain yang berwarna kuning. Terdapat juga kolam pemandian di sekitar depan bangunan. Konon perigi ini memiliki sejarah, yakni bermula pada masa kerajaan Bintan yang diperintah oleh Raja bernama datuk Munsang Arafah. Saat itu pada hari jumat 1 rabiul awal 19 Hijriah, Datuk Raja Munsang Arafah berlayar dari Bintan menuju Johor Lama Malaysia. Saat kesana datuk Munsang Arafah ini berlayar menggunakan perahu kebesaran raja yakni perahu Lancang Kuning. Bernama lancang kuning disebabkan perahu beserta layarnya berwarna kuning. Dalam perjalanan menuju Johor Lama, ikut pula Tengku Putri Siti Hawa, Datuk Amansyah, Panglima Ali Tengku Jakfar, dan juga putri kembar Datuk raja Munsang Arafah yakni putri Srikandi dan juga putri Cahaya Nilam, datu Syahbandar, dan juga 30 orang pengawal raja.

Di tengah perjalanan menuju Johor Lama, perahu milik Datuk Munsang Arafah pun mengalami badai yang cukup hebat. Hingga perahu tersebut terdampar di sebuah pulau yang tak berpenghuni. Sudah tiga hari rombongan raja dan pengawalnya terdampar di pulau tersebut sehingga mereka kehabisan air minum. Maka sang raja dan para pengawal pun mulai mencari air minum, sayangnya tidak dijumpai sedikitpun air minum. Lalu Raja pun berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa dan dipimpin oleh Datuk Raja Amansyah kemudian ia memahat batu. Saat memahat batu, batu yang dipahat tersebut mengeluarkan mata air, kemudian digali dan dibuat dua perigi. Keduanya kemudian diberi nama yang diambil dari nama dua putri kembar Raja Datuk Munsang Arafah. Untuk yang di sebelah kiri perigi diberi nama Putri Srikandi sedangkan perigi yang di sebelah kanan diberi nama Putri Cahaya Nilam. Perigi ini pun tak pernah kering hingga sekarang meskipun di saat musim kemarau panjang.

Setelah tiga hari tiga malam mereka tinggal di pulau tersebut, mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke Johor Lama Malaysia, kecuali Datuk Raja Munsang Arafah, Tengku raja Siti Hawa, Datuk Armansyah dan kedua putri kembar Datuk Raja Munsang Arafah. Namun perahu Lancang Kuning yang menuju Johor Lama, tidak sampai ke tempat tujuan tapi karam di perairan ujung Utara Pulau Bintan yang sekarang lebih dikenal sebagai Tanjung Lagoi. Sedangkan Datuk Munsang Arafah dan keluarganya tetap tinggal di pulau tersebut hingga akhir hayat. Nah dari sejarah inilah maka tempat ini dinamakan pulau Air Raja yang bermakna tempat raja memperoleh air minum.

Kisah Raja di atas terus dipelihara hingga sekarang oleh masyarakat setempat. Hingga akhirnya perigi tersebut menjadi situs bersejarah. Akan tetapi tidak ada bukti tertulis tentang kisah di atas, bahkan nama-nama raja yang pada kisah itu tidak pula ditemukan dalam sejarah kerajaan Riau Lingga atau Kerajaan Bintan.

Sehingga bisa dibilang bahwa sejarah perigi Air Raja hanyalah sebuah cerita rakyat, dikarenakan keilmiahannya diragukan. Dikarenakan pula tidak adanya angka tahun yang benar dalam kisah tersebut. Data dari kisah di atas yang pernah ada ditulis di gapura masuk Perigi Air Raja terlihat pada saat perigi digali di tahun 19 Hijriah.

Meskipun begitu, walaupun masih belum ada kajian sejarah, kisah Perigi air Raja ini benar-benar bisa menarik para pengunjung untuk mengunjungi situs tersebut. Namun yang disayangkan kondisi situs sejarah ini kurang terawat. Banyak sekali tumbuhan liar di sekeliling situs dan juga plafon bangunan pun sudah copot.

Kain yang terdapat pada bangunan pun juga sudah mulai memudar dan juga sudah tampak kotor yang menutupi kedua bangunan perigi. Dan salah satu perigi bahkan kain penutupnya juga sudah mulai terlihat kusam tak terawat. Walaupun begitu kedua perigi ini masih tetap terus mengeluarkan air. 

Sebenarnya situs ini memiliki potensi wisata yang cukup besar, jika dikelola dan lestarikan dengan baik. Namun memang mungkin situs ini yang masih belum banyak terjamah hingga dunia luar sehingga situs ini tidak begitu populer dari situs sejarah yang lain. Padahal situs sejarah di sini juga tak kalah menarik dan unik untuk dikunjungi. 

Diharapkan pula pemerintah setempat juga mau mengembangkan wisata di Pulau Air Raja ini menjadi semakin baik dan semakin banyak diminati oleh masyarakat baik dari dalam maupun luar.

Untuk mengunjungi situs sejarah Perigi air Raja ini hanyalah melewati jalur laut. Dari Tanjunguban ke Pulau Air Raja kurang lebih memakan waktu sekitar satu jam, jika kita naik menggunakan pompong milik nelayan setempat. Jika dari Batam maka perjalanan bisa ditempuh melalui Telagapunggur Bawah. Untuk menuju ke sana kita haruslah terlebih dahulu melewati pelabuhan feri ramai yang melayani penumpang di tanjung pinang, dermaga ASDP, sampai ke pos TNI AL.

Setelah sampai di sana kalian akan bisa menikmati pemandangan alami Pulau Air Raja dan menambah pengetahuan dan pengalaman menarik pada situs Perigi Air Raja yang unik. Selamat berlibur.

No comments:

Powered by Blogger.